Website JDIH: Infrastruktur Digital Penting dalam Akses Informasi Hukum Nasional
Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan terhadap informasi hukum yang akurat dan mudah diakses menjadi semakin krusial. Bukan hanya bagi praktisi hukum, tetapi juga bagi pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum. Dalam konteks inilah website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) berperan sebagai infrastruktur digital yang menopang ekosistem informasi hukum nasional.
Lebih dari sekadar repositori dokumen, website JDIH kini berkembang menjadi titik temu antara regulasi, transparansi, dan kebutuhan publik akan kepastian hukum.
Dari Arsip Digital ke Sistem Pengetahuan Hukum
Peran website JDIH telah bergeser signifikan. Jika sebelumnya berfungsi sebagai arsip digital, kini ia dituntut menjadi sistem pengetahuan hukum yang terstruktur, mudah ditelusuri, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.
Pengelolaan metadata, keterkaitan antar peraturan, hingga penyajian status regulasi menjadi elemen penting agar pengguna tidak hanya menemukan dokumen, tetapi juga memahami konteks dan implikasi hukumnya.
Di titik inilah kualitas perancangan dan pengelolaan website JDIH menjadi faktor penentu nilai guna jangka panjang.
Website JDIH dan Tantangan Pengelolaan Digital
Di balik perannya yang strategis, pengelolaan website JDIH menghadirkan tantangan tersendiri. Mulai dari konsistensi data, pembaruan regulasi, hingga pengalaman pengguna yang sering kali masih bersifat teknis dan kurang intuitif.
Tanpa sistem yang dirancang dengan baik, website JDIH berisiko menjadi sekadar etalase dokumen lengkap, tetapi sulit dimanfaatkan secara optimal.
Membangun Website JDIH yang Bernilai dan Berkelanjutan
Website JDIH yang efektif membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulatif, tetapi juga pada desain sistem dan pengalaman pengguna. Struktur informasi yang rapi, mesin pencarian yang presisi, serta integrasi data yang baik menjadi kunci agar website JDIH benar-benar berfungsi sebagai pusat informasi hukum.
Pendekatan ini menuntut kolaborasi antara pemahaman regulasi dan kompetensi teknologi dua hal yang harus berjalan beriringan.
Skema Data Indonesia sebagai Mitra Pengembangan Website JDIH
Dalam konteks tersebut, Skema Data Indonesia hadir sebagai mitra yang memahami kebutuhan pengelolaan website JDIH secara menyeluruh. Dengan pengalaman dalam pengembangan sistem informasi dan pemahaman terhadap kebutuhan institusional, Skema tidak hanya membangun website, tetapi merancang pondasi digital yang siap digunakan dan dikembangkan dalam jangka panjang.
Pendekatan Skema berfokus pada:
- Struktur informasi yang sesuai standar JDIH
- Desain antarmuka yang profesional dan mudah digunakan
- Sistem yang mendukung pembaruan regulasi secara berkelanjutan
- Fleksibilitas pengembangan sesuai kebutuhan instansi
Dengan pendekatan tersebut, website JDIH tidak hanya hadir sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai aset strategis institusi.
Website JDIH merupakan elemen penting dalam membangun transparansi dan kepastian hukum di era digital. Agar fungsinya optimal, dibutuhkan sistem yang dirancang dengan cermat, berorientasi pada pengguna, dan siap berkembang.
Melalui pendekatan yang tepat dan dukungan mitra teknologi yang memahami konteks regulasi, website JDIH dapat berkembang dari sekadar portal informasi menjadi infrastruktur digital hukum yang bernilai dan berkelanjutan.
Mengapa Digital Signage Menjadi Game Changer Strategi Marketing di 2026
Dari Media Informasi Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
Tahun 2026 menandai fase baru dalam dunia pemasaran ketika batas antara kanal digital dan fisik semakin menyatu. Konsumen tidak lagi memandang pengalaman brand secara terpisah antara online dan offline. Mereka mengharapkan pesan yang konsisten, relevan, dan real-time di setiap titik interaksi.
Dalam konteks ini, digital signage berkembang dari sekadar media display menjadi infrastruktur komunikasi strategis. Berfungsi sebagai penghubung antara data, konten, dan pengalaman audiens di ruang fisik, mulai dari retail, F&B, perkantoran, rumah sakit, kampus, hingga transportasi publik.
Evolusi Digital Signage: Dari Visual ke Strategic Asset
Digital signage modern bukan hanya soal layar beresolusi tinggi, tetapi tentang sistem terintegrasi yang mencakup:
- Cloud-based Content Management System (CMS)
- Kemampuan update konten secara real-time
- Fleksibilitas penyesuaian berdasarkan lokasi, waktu, dan audiens
- Integrasi dengan data operasional dan insight perilaku pengguna
Di tahun 2026, peran digital signage semakin strategis karena selaras dengan tiga kebutuhan utama bisnis:
- Komunikasi real-time di ruang fisik
- Konsistensi pesan lintas lokasi dan audiens
- Strategi berbasis data dan insight perilaku
Peran Digital Signage dalam Strategi Marketing 2026
1. Mengubah Ruang Fisik Menjadi Kanal Marketing Aktif
Ruang fisik toko, lobby, ruang tunggu, atau area publik sering kali merupakan titik keputusan terakhir sebelum konsumen bertindak. Digital signage memungkinkan brand:
- Mengarahkan atensi secara visual dan kontekstual
- Menyampaikan value proposition secara ringkas namun kuat
- Mengoptimalkan momen micro-decision yang sebelumnya tidak terkelola
Dalam strategi marketing 2026, ruang fisik tidak lagi pasif. Digital signage menjadi media yang dapat dikurasi dan dioptimalkan layaknya kanal digital.
2. Personalisasi Konten dalam Skala Besar
Salah satu tantangan terbesar marketing modern adalah personalisasi tanpa kehilangan efisiensi. Digital signage menjawab tantangan ini dengan:
- Konten berbasis waktu (day-parting strategy)
- Penyesuaian pesan berdasarkan lokasi dan konteks audiens
- Promosi dinamis untuk cross-selling dan upselling
Hasilnya bukan hanya peningkatan engagement, tetapi juga kenaikan average revenue per customer yang terukur.
3. Efisiensi Operasional sebagai Keunggulan Kompetitif
Digital signage berbasis CMS terpusat memungkinkan:
- Update harga, promo, dan informasi secara serentak
- Pengurangan kesalahan manual dan biaya operasional
- Kontrol penuh atas ribuan layar dari satu sistem
Di 2026, efisiensi operasional bukan sekadar penghematan biaya, melainkan enabler kecepatan strategi marketing.
Insight dari Implementasi Nyata di Berbagai Sektor
Jaringan Restoran Global: Konsistensi, Akurasi, dan Fleksibilitas
Sebuah jaringan restoran berskala internasional berhasil melakukan transformasi besar dengan mengadopsi digital menu boards berbasis cloud. Perubahan ini menghasilkan:
- Konsistensi pesan di ribuan lokasi lintas negara
- Akurasi informasi menu dan harga secara real-time
- Fleksibilitas promosi lokal tanpa mengorbankan standar global
Insight strategies:
Digital signage memungkinkan ekspansi cepat dengan kontrol terpusat sesuatu yang sulit dicapai dengan media statis.
Fasilitas Kesehatan: Menguatkan Employee Engagement & Komunikasi Internal
Di lingkungan rumah sakit, informasi harus cepat, jelas, dan seragam.
Digital signage menjadi kanal komunikasi internal yang efektif untuk:
- Menyampaikan informasi kritikal secara real-time
- Meningkatkan pemahaman karyawan terhadap kebijakan, protokol, dan keselamatan
- Menyatukan pesan di berbagai unit dan fasilitas
Insight strategies:
Digital signage bukan hanya alat marketing eksternal, tetapi juga instrumen komunikasi organisasi.
Retail & F&B: Dampak Langsung terhadap Penjualan
Di sektor komersial, digital signage terbukti berdampak langsung pada performa bisnis:
- Visual dinamis meningkatkan perhatian konsumen secara signifikan
- Promo berbasis waktu memicu pembelian impulsif
- Cross-selling yang tepat konteks meningkatkan nilai transaksi
Insight strategies:
Konten yang relevan di titik keputusan dapat mengubah perilaku beli secara nyata.
Pendidikan & Transportasi Publik: Informasi yang Efektif, Nilai yang Bertambah
Di sektor pendidikan dan transportasi publik, digital signage berperan sebagai kanal informasi yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami untuk audiens yang beragam. Digital signage membantu:
- Menyederhanakan informasi kompleks agar cepat dipahami
- Meningkatkan pengalaman pengguna di area publik dengan arus tinggi
- Mengoptimalkan ruang komunikasi melalui monetisasi konten iklan yang relevan dan terkontrol.
Insight strategies:
Digital signage dapat berfungsi sebagai aset komunikasi sekaligus sumber nilai ekonomi.
Memasuki 2026, digital signage telah berevolusi dari elemen visual pendukung menjadi infrastruktur strategis komunikasi dan pemasaran. Dengan mengintegrasikan data, pengelolaan konten terpusat, dan pengalaman audiens, digital signage memungkinkan organisasi beroperasi lebih responsif, konsisten, dan terukur di ruang fisik. Organisasi yang mengadopsinya secara strategis akan memiliki keunggulan dalam menyampaikan pesan, membangun kepercayaan, serta mengambil keputusan berbasis insight. Pada akhirnya, digital signage bukan tentang ukuran layar, melainkan tentang bagaimana strategi dan pengalaman audiens diwujudkan secara nyata.
Dari Kebersamaan hingga Kepedulian: Cerita Perjalanan Skema Data Indonesia di Akhir 2025
Company Outing Skema Data Indonesia 2025: Merayakan Kebersamaan, Apresiasi, dan Arah Masa Depan
Skema Data Indonesia kembali menggelar Company Outing 2025 yang berlangsung pada 28–29 November 2025 di kawasan Puncak, Bogor. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh karyawan untuk sejenak melepas rutinitas, mempererat kebersamaan, sekaligus merefleksikan perjalanan perusahaan selama satu tahun terakhir.
Selama dua hari, rangkaian kegiatan dirancang untuk menyeimbangkan antara aktivitas outdoor, kebersamaan tim, dan agenda strategis perusahaan. Salah satu kegiatan luar ruang yang paling dinantikan adalah paintball, yang bukan hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga melatih kerja sama tim, strategi, dan komunikasi antar karyawan.
Puncak acara dilaksanakan di villa penginapan, dengan suasana yang lebih hangat dan penuh makna. Agenda utama meliputi:
- Pengenalan karyawan baru, sebagai bentuk sambutan dan integrasi ke dalam keluarga besar Skema Data Indonesia.
- Pengumuman Best Employee 2025, sebagai apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan kinerja luar biasa sepanjang tahun.
- Talkshow lintas divisi yang diwakili oleh para Kepala Divisi, membahas insight, tantangan, serta pembelajaran selama 2025.
- Games interaktif, yang memperkuat kekompakan dan semangat kolaborasi.
- Penyampaian visi dan misi Skema Data Indonesia untuk tahun 2026, sebagai arah bersama dalam menghadapi tantangan dan peluang ke depan.
Acara ditutup dengan apresiasi dari jajaran Board of Directors (BOD) kepada seluruh karyawan atas kerja keras dan pencapaian sepanjang tahun 2025. Company Outing ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan Skema Data Indonesia dibangun dari kolaborasi, kepercayaan, dan semangat bersama seluruh tim.
Berbagi Itu Sederhana, Dampaknya Bermakna: Skema Data Indonesia Hadir untuk Panti Asuhan Nizam Cilandak KKO
Di tengah kesibukan dan target yang terus bergerak, Skema Data Indonesia percaya bahwa berbagi tidak harus menunggu momen besar. Berangkat dari semangat itu, Skema Data Indonesia mengunjungi Panti Asuhan Nizam Cilandak KKO untuk menyalurkan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Pada kegiatan ini, Skema Data Indonesia memberikan sembako dan bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian dan dukungan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadirkan senyum dan rasa hangat bagi anak-anak panti.
Lebih dari sekadar memberi, momen ini menjadi pengingat tentang arti empati dan kebersamaan. Skema Data Indonesia memandang kegiatan ini sebagai langkah kecil yang bermakna sebuah komitmen untuk terus memberi manfaat, tidak hanya lewat inovasi yang dikembangkan, tetapi juga lewat kepedulian yang diwujudkan secara langsung melalui aksi nyata.
Ke depan, Skema Data Indonesia berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam menumbuhkan dampak positif bagi sesama.
Competitive Analysis: Dari Data Menjadi Strategi Bisnis yang Berdampak
Di tengah lanskap bisnis yang semakin kompetitif, competitive analysis tidak lagi sekadar membandingkan angka atau memantau aktivitas pesaing. competitive analysis adalah perpaduan antara ilmu berbasis data dan seni berpikir strategis dan disinilah peran media monitoring serta social media listening menjadi krusial.
Di Skema Data Indonesia, kami melihat competitive analysis sebagai proses berkelanjutan untuk memahami dinamika pasar, membaca arah percakapan publik, serta mengidentifikasi peluang diferensiasi yang relevan dengan tujuan bisnis.
Competitive Intelligence Bukan Sekadar Monitoring
Banyak organisasi sudah mengumpulkan data volume pemberitaan, sentimen, engagement, hingga share of voice. Namun, tantangan sebenarnya bukan pada ketersediaan data, melainkan pada interpretasi dan tindak lanjutnya.
Competitive intelligence yang efektif tidak berhenti pada pertanyaan “apa yang dilakukan kompetitor?”, tetapi meluas ke:
- Apa makna data tersebut bagi posisi brand kita?
- Peluang apa yang belum dimanfaatkan kompetitor?
- Risiko reputasi apa yang berpotensi muncul?
- Strategi apa yang perlu disesuaikan agar selaras dengan objective bisnis?
Melalui dashboard media monitoring dan social listening Skema Data, data mentah diolah menjadi insight strategis yang siap digunakan oleh tim komunikasi, marketing, hingga manajemen.
Mulai dari Tujuan Bisnis yang Jelas
Program competitive analysis terbaik selalu berangkat dari tujuan bisnis yang spesifik. Apakah Anda ingin:
- Memperkuat positioning brand?
- Mengukur efektivitas kampanye dibanding kompetitor?
- Mengantisipasi krisis reputasi?
- Menemukan celah inovasi produk atau layanan?
Dengan objective yang jelas, proses pengumpulan data menjadi lebih terarah, relevan, dan berdampak langsung pada pengambilan keputusan.
Dari Insight ke Aksi Nyata
Competitive intelligence yang bernilai adalah yang menggerakkan aksi. Bukan meniru strategi kompetitor, apalagi terjebak dalam obsesi memantau setiap langkah mereka.
Tujuan utamanya adalah:
- Memahami competitive landscape secara menyeluruh
- Menemukan pola, tren, dan celah strategis
- Mengambil keputusan yang lebih cerdas, cepat, dan berbasis data
Dengan pendekatan ini, organisasi tidak hanya bereaksi, tetapi mampu memimpin narasi dan strategi di industrinya.
Competitive Analysis yang Relevan dan Berdampak
Competitive analysis selalu berpijak pada prinsip yang sama:
- Mulai dari tujuan bisnis
- Ajukan pertanyaan strategis
- Kumpulkan data yang bermakna
- Olah menjadi insight
- Terjemahkan menjadi aksi nyata
Terlepas dari tahap kematangan competitive analysis, fondasi yang membedakan bukanlah kompleksitas alat, melainkan kejernihan arah. Semuanya bermula dari tujuan bisnis yang jelas, dilanjutkan dengan pertanyaan strategis yang tepat. Dari sanalah data dikurasi bukan sekadar dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi insight yang relevan dan, yang paling krusial, diterjemahkan menjadi aksi nyata.
Di tengah derasnya arus percakapan digital, keunggulan kompetitif ditentukan oleh kemampuan organisasi memanfaatkan media monitoring dan social media listening untuk mengubah sinyal publik menjadi keputusan yang presisi dan berdampak.
Unmute Yourself Vol. 2: Beyond Frequencies, Bridging Voices
Saat Data, Empati, dan Komunikasi Publik Bertemu dalam Satu Frekuensi
Di tengah lanskap komunikasi publik yang semakin kompleks, kemampuan mendengarkan menjadi keterampilan paling krusial namun sering diabaikan. Menjawab tantangan tersebut, Unmute Yourself Vol. 2: “Beyond Frequencies, Bridging Voices” hadir sebagai ruang kolaboratif bagi praktisi komunikasi untuk memahami makna mendengarkan secara lebih dalam, berpijak pada data, empati, dan pemaknaan suara publik.
Bagi Skema Data Indonesia, tema Beyond Frequencies bukan sekadar narasi. Ini merepresentasikan bagaimana data, empati, dan strategi komunikasi dapat disatukan dalam satu frekuensi untuk membangun keputusan komunikasi publik yang relevan, terukur, dan berdampak. Melalui penggunaan media monitoring tools yang mengintegrasikan percakapan publik lintas platform ke dalam satu sistem analisis yang terpusat,
Mendengarkan sebagai Fondasi Komunikasi Publik Modern

Kolaborasi antara Skema Data Indonesia dan PR Clubhouse Indonesia lahir dari kesadaran yang sama: di era komunikasi digital yang serba cepat, tantangan terbesar bukan lagi sekadar menyampaikan pesan, melainkan bagaimana mendengarkan suara publik secara utuh dan strategis.
Pemanfaatan media monitoring dan social media listening tools mampu memetakan percakapan publik lintas kanal serta menghubungkannya dalam satu frekuensi analisis yang sama, organisasi dapat memperoleh gambaran utuh mengenai dinamika opini publik. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan lahirnya keputusan komunikasi publik yang lebih relevan, terukur, dan berdampak, baik dalam situasi normal maupun saat menghadapi krisis.
Dengan volume percakapan digital yang terus meningkat dan bergerak secara real-time, kemampuan membaca data tidak hanya menjadi fungsi monitoring, tetapi juga fondasi dalam merancang narasi, menentukan strategi komunikasi, serta menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Super Talks: Ketika Peran PR, Jurnalis, dan Kreator Semakin Melebur

Pada segmen Super Talks, Unmute Yourself Vol. 2 menghadirkan para PR practitioner, jurnalis senior, dan pelaku media untuk berbagi insight mengenai dinamika terbaru komunikasi publik.
Diskusi menyoroti bagaimana batas antara PR, jurnalis, dan kreator media kini semakin cair. Informasi bergerak lebih cepat, audiens lebih kritis, dan respons publik terbentuk dalam hitungan menit. Dalam konteks ini, data bukan lagi pelengkap melainkan fondasi utama dalam merancang strategi komunikasi, khususnya saat organisasi menghadapi isu sensitif atau krisis.
Para pembicara menekankan bahwa keputusan komunikasi yang tidak berbasis data berisiko memperbesar miskomunikasi. Sebaliknya, data yang dipahami secara kontekstual mampu membantu praktisi komunikasi:
- Membaca arah opini publik
- Mengidentifikasi aktor kunci percakapan
- Menentukan timing dan nada komunikasi yang tepat
PR Mixer: Simulasi Manajemen Krisis Berbasis Data

Segmen PR Mixer menjadi ruang pembelajaran paling interaktif dalam rangkaian Unmute Yourself Vol. 2. Para partisipan dibagi ke dalam empat kelompok, di mana masing-masing kelompok menerima issue card berupa studi kasus krisis komunikasi yang relevan dengan dinamika komunikasi publik saat ini.
Dalam segmen ini, Skema Data Indonesia secara langsung memperlihatkan penggunaan dashboard Skema Monitoring sebagai alat utama dalam membaca dan menganalisis percakapan publik. Melalui sesi PR MIxer, peserta diajak memahami bagaimana data dari berbagai kanal media dapat dipetakan, diklasifikasikan, dan dianalisis untuk menjadi dasar penyusunan strategi komunikasi dan manajemen krisis.
Dengan memanfaatkan Skema Monitoring Tools, setiap kelompok diminta untuk:
- Mengidentifikasi isu utama dan pola percakapan publik berbasis data
- Menganalisis sentimen, aktor kunci, serta potensi eskalasi isu
- Menyusun strategi manajemen krisis komunikasi berbasis data
- Mempresentasikan strategi tersebut secara ringkas dan terstruktur
Melalui simulasi ini, peserta tidak hanya memahami konsep teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana media monitoring dapat digunakan sebagai fondasi pengambilan keputusan komunikasi yang cepat, akurat, dan berdampak dalam menghadapi krisis reputasi.
Beyond Frequencies: Menyatukan Data dan Empati
Bagi Skema Data Indonesia, Beyond Frequencies berarti melampaui sekadar angka, grafik, atau volume percakapan. Data harus dibaca dengan empati memahami konteks sosial, emosi publik, dan makna di balik setiap suara.
Unmute Yourself Vol. 2 menegaskan bahwa masa depan komunikasi publik ada pada mereka yang mampu:
- Mendengarkan lebih dalam
- Membaca data secara strategis
- Menjembatani suara publik dengan kebijakan dan narasi yang tepat
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika data dan empati berada dalam satu frekuensi, komunikasi publik dapat menjadi lebih manusiawi, responsif, dan berdampak.
Tentang Skema Data Indonesia
PT Skema Data Indonesia is a multidisciplinary consulting firm that combines expertise in information technology, data analytics, strategic communication, and creativity to deliver smart, relevant, and impactful solutions. With the support of an experienced team and a network of trusted partners, both local and international, we serve clients across sectors with a collaborative, adaptive, and value-oriented approach. Ready to be your strategic partner in digital transformation and communication.
Dari Percakapan Online ke Keputusan Bisnis: Strategi Data-Driven untuk Ekspansi yang Tepat Sasaran
Dalam merencanakan ekspansi bisnis, pemilihan lokasi cabang baru tidak bisa hanya mengandalkan ketersediaan lahan atau jumlah penduduk. Perilaku konsumen, tren lokal, persepsi masyarakat, hingga kekuatan dan kelemahan kompetitor perlu dipahami secara menyeluruh.
Di era digital, seluruh informasi ini dapat terbaca melalui percakapan online. Di sinilah media monitoring dan social media listening menjadi alat penting bukan hanya untuk memantau reputasi, tetapi juga untuk mengungkap peluang bisnis dan menentukan strategi ekspansi yang tepat.
Bukan Sekadar Memantau: Bagaimana Monitoring & Listening Memberi Insight Bisnis
Keduanya bekerja dengan cara mengumpulkan dan menganalisis percakapan digital berbasis kata kunci. Bedanya ada pada fokus datanya:
- Media Monitoring berfokus pada pemberitaan dan percakapan di media online untuk mengetahui apa yang sedang terjadi terkait brand atau isu tertentu.
- Social Media Listening membaca percakapan di platform sosial untuk memahami bagaimana konsumen berpikir dan merasakan, sehingga menghasilkan insight strategis seperti peluang pasar, preferensi konsumen, dan potensi lokasi ekspansi.
Mengapa Penting untuk Ekspansi Bisnis?
Saat perusahaan ingin membuka cabang baru, beberapa pertanyaan kunci perlu dijawab:
- Apakah ada kebutuhan atau permintaan nyata di wilayah tersebut?
- Bagaimana perilaku konsumen terhadap kategori produk/layanan kita?
- Siapa kompetitor yang dominan dan bagaimana mereka dipersepsikan?
- Apakah brand kita sudah cukup dikenal dan diterima di sana?
Media monitoring dan social media listening membantu menjawab pertanyaan ini melalui data percakapan nyata, bukan asumsi.
1. Mengetahui Demand Lokal
Social listening menunjukkan apa yang paling banyak dibicarakan masyarakat: kebutuhan, keluhan, dan preferensi. Misalnya, jika banyak keluhan terkait sedikitnya fasilitas olahraga kelas komunitas, itu menunjukkan peluang pasar.
2. Menganalisis Kompetitor
Media monitoring dapat menunjukkan:
- Seberapa sering kompetitor dibicarakan
- Keluhan atau kekuatan yang mereka miliki
Insight ini membantu menentukan posisi diferensial saat memasuki pasar baru.
3. Mengukur Sentimen Terhadap Brand
Jika sentimen di area tersebut positif, ekspansi dapat dilakukan lebih cepat. Jika negatif, brand perlu menguatkan komunikasi terlebih dahulu.
4. Menentukan Strategi Komunikasi Lokal
Setiap wilayah memiliki karakter bahasa dan preferensi gaya komunikasi yang berbeda. Social Media Listening membantu menentukan pendekatan yang lebih relevan dan mudah diterima.
Contoh Kasus: Ekspansi Lapangan Padel di Bandung
Sebelum membuka cabang baru, perusahaan melakukan social media listening untuk membaca potensi pasar.
Hasil analisis menunjukkan:
- Volume percakapan meningkat → minat terhadap padel sedang bertumbuh.
- Sentimen positif, namun keluhan tentang lapangan penuh cukup tinggi.
- Geo-tag menunjukkan percakapan paling aktif di area Dago dan Setiabudi → konsentrasi minat terbesar.
- SOV (Share of Voice) mengungkap bahwa kompetitor banyak dibicarakan, namun dominan dengan keluhan layanan → terdapat peluang untuk masuk dengan value yang lebih baik.
Hasil Insight → Keputusan Ekspansi yang Lebih Tepat:
- Membuka cabang di area dengan permintaan tertinggi.
- Menghadirkan konsep lapangan yang nyaman dan estetik untuk mendukung pengalaman bermain.
- Melakukan aktivasi komunitas dan event rutin agar adopsi pasar lebih cepat.
Ekspansi bisnis yang sukses bukan hanya soal memperbanyak cabang, tetapi tentang memahami pasar secara mendalam. Media monitoring dan Social media listening memberikan data yang kuat dan relevan sehingga keputusan ekspansi menjadi lebih tepat, minim risiko, dan berkelanjutan.
Media monitoring dan Social Media Listening dapat membantu Anda dalam:
- Analisis Perilaku Konsumen per Wilayah
- Analisis Kompetitor
- Market Sentiment Mapping
- Rekomendasi Lokasi Ekspansi Berbasis Data
Dengan social media listening, ekspansi dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar intuisi. Langkah ekspansi lebih akurat karena kita tahu apa yang dibutuhkan.
Indonesia: A Global Consumer Giant And How Brands Can Win Now
Indonesia’s Market Potential: A Consumer Powerhouse in Southeast Asia

Indonesia stands as one of the world’s most promising and dynamic consumer markets. With a population of more than 280 million people, a rapidly expanding middle class, and fast-growing digital adoption, the country offers vast opportunities for both local and global brands seeking sustainable growth.
Indonesia has also become Southeast Asia’s largest digital economy, projected to reach a Gross Merchandise Value (GMV) of USD 90 billion in 2024, fueled by booming e-commerce and digital financial services (Google, Temasek & Bain – e-Conomy SEA 2024 Report).
The country’s digital ecosystem is anchored by an enormous online population:
- 191.4 million active social-media users, or roughly 69 % of Indonesians
- 98.8 % access social platforms via smartphones confirming a mobile-first behavior
- Top platforms include Instagram (173 million users), TikTok, and YouTube
(Hashmeta, 2025)
Digital commerce now reflects Indonesia’s growing purchasing power. The Google e-Conomy SEA 2024 Report estimates that e-commerce alone accounts for about USD 65 billion, driven by platforms such as Tokopedia, Shopee, and TikTok Shop.
Together, these trends make Indonesia both a large and agile consumer market — digitally connected, mobile-first, and culturally diverse offering fertile ground for brands ready to align data driven marketing with real consumer behavior.
Government Strategy: Strengthening Purchasing Power
To sustain consumption and protect household spending, the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia (Kementerian Keuangan RI) has implemented several targeted fiscal strategies throughout 2024–2025. These include:
- Direct social assistance programs and cash top-ups for low-income families, as detailed in the 2025 State Budget Financial Note (Nota Keuangan RAPBN 2025).
- Vouchers and subsidies for essential goods, transportation, and education through initiatives like Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) and Kartu Prakerja, helping stabilize household liquidity.
- Seasonal fiscal stimuli during festive periods such as Ramadan and school holidays, where the government rolls out additional social assistance or food programs to encourage domestic spending confirmed in APBN KiTa Reports by Kemenkeu.
These strategic measures aim to keep liquidity flowing within households, ensuring that consumers maintain spending momentum even amid global uncertainty.
For businesses, these fiscal interventions translate into windows of opportunity — periods where purchasing power peaks, allowing brands to align product launches, promotions, and campaigns to maximize market impact.
How Local and Global Brands Are Reacting
Indonesia’s strengthening consumer base has not gone unnoticed. Both local champions and international brands are recalibrating their strategies to capture this momentum.
1. Real Consumer Behavior Timing
While fiscal aid sustains liquidity, most Indonesians first spend on essentials like food, education, and transport. Smart brands look beyond government payout cycles and focus on real spending peaks, salary periods, festive seasons, school holidays, and year-end bonuses, when optimism and disposable income rise. Aligning campaigns with these natural rhythms drives stronger engagement and conversion than simply following fiscal timelines.
2. Localization Drives Relevance
Indonesia is far from homogenous each region differs in behavior and price sensitivity. Winning brands localize creative messaging, pricing, and influencer partnerships by geography to ensure resonance and cultural fit.
3. Omnichannel & Digital-First Marketing
With e-commerce and mobile wallets dominating retail, marketers now prioritize seamless omnichannel strategies integrating social media → marketplace → payment → fulfillment. A mobile-first strategy is no longer optional; it’s essential.
4. Data-Led Creativity
Combining influencer storytelling with real-time analytics enables brands to test content, measure impact, and adapt quickly turning creativity into conversion.
The Role of Media Monitoring and Social Media Listening
In this fast-evolving landscape, agility is key and agility starts with intelligence.
Media Monitoring and Social Media Listening have become critical tools for brands seeking to stay ahead of shifting consumer sentiment and market trends.
Platforms like Skema Data Indonesia’s Media Monitoring & Social Listening System help organizations track digital conversations, news coverage, and online engagement offering actionable insights in real time.
How these tools empower brands:
- Early Signal Detection: Monitor fiscal announcements or policy updates to anticipate changes in consumer behavior.
- Demand Insight: Detect spikes in product mentions or searches (e.g., “Ramadan discounts”, “voucher belanja”) to reallocate ad budgets dynamically.
- Sentiment Analysis: Understand consumer perception around price, quality, or service enabling proactive brand response.
- Competitor Tracking: Measure share of voice (SOV) and compare visibility versus competitors.
- Crisis Management: Spot early warning signs from online chatter to protect brand reputation.
Together, these tools help transform market noise into strategic intelligence, forming the foundation of a Marketing 360 approach.
Turning Insights into a Marketing 360 Strategy

Data is only valuable when it drives decisions. With proper integration, Media Monitoring and Social Listening can power a full Marketing 360 framework one that listens, learns, and leads.
Implementation framework:
- Listen & Label: Collect and categorize real-time mentions from media and social platforms.
- Prioritize & Act: Rank signals by velocity, sentiment, and reach to identify opportunities.
- Activate & Optimize: Launch campaigns that align with fiscal events or emerging trends.
- Measure & Improve: Track conversion uplift, sentiment change, and SOV to refine strategy.
Key metrics:
- Mention growth rate (overall & regional)
- Sentiment change (before/after campaign)
- Conversion lift post-activation
- Share of Voice (vs competitors)
- Sell-through rate vs demand forecast
This closed loop system turns listening data into marketing foresight enabling brands to react fast and act smarter.
Indonesia’s economy remains robust, supported by proactive fiscal measures that safeguard consumer purchasing power. For brands, this means more than a large market, it means a smarter, data-ready market.
Those who combine economic awareness, localized creativity, and media intelligence will be best positioned to lead in Indonesia’s next wave of consumer growth.
Through media monitoring and social listening, companies can translate macroeconomic trends into marketing action achieving agility, relevance, and measurable results through a true Marketing 360 approach.
Skema Data Indonesia Hadir di Trade Expo Indonesia 2025: Tampilkan Inovasi Data Analytics untuk Dorong Transformasi Digital Bisnis
ICE BSD, 19 Oktober 2025 — Skema Data Indonesia berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, ajang tahunan yang mempertemukan pelaku industri kreatif, teknologi, dan bisnis dari berbagai negara. Dalam kesempatan ini, Skema Data Indonesia bergabung bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta sejumlah startup teknologi informasi untuk menampilkan inovasi berbasis data yang mendukung transformasi digital di sektor bisnis.
Menampilkan Solusi Data Analytics, Media Monitoring, dan Social Media Listening
Melalui booth interaktif, Skema Data Indonesia memperkenalkan Data Analytics Tool yang berfokus pada Media Monitoring dan Social Media Listening. Tim Skema juga memberikan demo langsung untuk menunjukkan bagaimana teknologi ini bekerja dalam mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan percakapan digital dari berbagai platform media.
Solusi ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami opini publik, tren industri, dan sentimen audiens secara real time, sehingga keputusan strategis dapat diambil dengan lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Kunjungan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif


Image by: Kemenekraf
Booth Skema Data Indonesia sempat dikunjungi oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Ibu Irene Umar, dan berkesempatan berdialog dengan tim Skema. Dalam diskusi tersebut, selain membahas mengenai cara kerja Media Monitoring dan Social Media Listening, juga berdiskusi bagaimana potensi Media Monitoring dan Social Media Listening dalam mendukung kebijakan berbasis data serta meningkatkan kemampuan pelaku bisnis, termasuk di sektor ekspor dan impor untuk menavigasi pasar global dengan lebih akurat.
Manfaat Media Monitoring dan Social Media Listening bagi Pelaku Bisnis


Bagi pelaku ekspor dan impor, Media Monitoring membantu memetakan tren permintaan pasar internasional, reputasi merek di various negara, serta memantau isu dan kebijakan perdagangan yang relevan. Sementara itu, Social Media Listening memungkinkan bisnis untuk menangkap aspirasi dan preferensi konsumen, sekaligus membangun komunikasi yang lebih personal dan responsif.
Kedua pendekatan ini menjadi bagian penting dari strategi 360° Marketing, di mana seluruh kanal komunikasi, mulai dari media sosial, website, hingga kegiatan offline saling terintegrasi dan didukung oleh insight berbasis data.
Partisipasi Skema Data Indonesia di Trade Expo Indonesia 2025 menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memperkuat daya saing bisnis nasional di era digital. Dengan pemanfaatan data secara strategis, Skema Data Indonesia percaya bahwa setiap keputusan bisnis yang tepat berawal dari pemahaman mendalam terhadap informasi dan di tengah ekonomi kreatif yang terus berkembang, data adalah fondasi dari pertumbuhan yang berkelanjutan.
Media Monitoring & Social Media Listening: Kunci Strategi Data-Driven Marketing di Indonesia
Dalam lanskap digital yang semakin padat, setiap percakapan, ulasan, dan komentar di media sosial memiliki nilai bisnis yang besar. Di tengah derasnya arus informasi, media monitoring dan social media listening menjadi dua strategi penting bagi perusahaan untuk memahami apa yang sedang dibicarakan tentang brand, kompetitor, dan tren pasar.
Indonesia, dengan lebih dari 190 juta pengguna aktif media sosial, termasuk salah satu pasar digital terbesar di dunia. Kondisi ini menjadikan aktivitas monitoring dan listening bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi setiap brand yang ingin tetap relevan dan responsif terhadap perubahan perilaku konsumen.
Apa Itu Media Monitoring dan Social Media Listening?
Keduanya memang serupa, sama-sama berfungsi untuk memantau percakapan dan informasi tentang brand, tetapi fokus platform yang dipantau membuat keduanya berbeda dalam cakupan dan tujuan.
- Media Monitoring berfokus pada pemantauan pemberitaan dan penyebutan brand di media massa dan kanal digital non-sosial, seperti portal berita online, blog, forum, dan situs web. Tujuannya adalah untuk mengetahui eksposur publik, reputasi, serta potensi isu atau pemberitaan negatif yang dapat memengaruhi citra brand.
- Social Media Listening memantau percakapan dan interaksi di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, X (Twitter), Facebook, TikTok, Threads, Google Review, Google Play Store, hingga App Store. Melalui aktivitas ini, perusahaan dapat memahami bagaimana audiens berbicara, bereaksi, dan berinteraksi langsung dengan brand di kanal tempat percakapan digital terjadi setiap hari.
Sederhananya, media monitoring mendengarkan pemberitaan, sedangkan social media listening mendengarkan percakapan publik di dunia maya.
Keduanya saling melengkapi untuk memberikan gambaran utuh tentang persepsi masyarakat terhadap brand.
Mengapa Penting untuk Bisnis di Indonesia?
Berikut beberapa alasan mengapa brand di Indonesia perlu berinvestasi dalam media monitoring dan social media listening:
1. Mengukur Reputasi Brand Secara Real-Time
Reputasi dapat berubah dalam hitungan jam di era digital. Monitoring membantu perusahaan mendeteksi potensi krisis lebih cepat, sehingga bisa merespons sebelum isu berkembang.
2. Menganalisis Persepsi Publik
Melalui social media listening, brand dapat memahami bagaimana publik memandang produk atau kampanye mereka — apakah disukai, dikritik, atau malah diabaikan. Hasil analisis ini bisa menjadi dasar untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih akurat.
3. Menemukan Peluang Pasar Baru
Percakapan di media sosial sering kali membuka wawasan baru. Misalnya, keluhan pelanggan bisa menjadi ide inovasi produk, atau tren lokal bisa jadi peluang kampanye baru.
4. Meningkatkan Efektivitas Kampanye Digital
Data hasil monitoring membantu perusahaan menilai performa kampanye secara objektif, menentukan KPI yang realistis, dan mengoptimalkan penggunaan anggaran media.
Pendekatan Data-Driven dari Skema Data Indonesia
Sebagai perusahaan berbasis data intelligence, PT Skema Data Indonesia menghadirkan solusi media monitoring dan social media listening yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis di Indonesia.
Pendekatan Skema tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga mengubahnya menjadi insight strategis yang mudah dipahami dan bisa langsung ditindaklanjuti.
Beberapa keunggulan layanan Skema meliputi:
- Analitik Multi-Kanal, memantau percakapan lintas platform: X (Twitter), Facebook, TikTok, Instagram, hingga media online nasional.
- Sentiment & Trend Analysis, mengidentifikasi emosi publik (positif, negatif, netral) dan memetakan topik yang paling banyak diperbincangkan.
- AI-Powered Insight, menggunakan analisis berbasis machine learning untuk menghasilkan insight mendalam, bukan sekadar laporan angka.
- Real-Time Alert System, memberikan notifikasi otomatis ketika muncul potensi isu krisis atau lonjakan percakapan mendadak.
Dengan insight yang akurat dan visualisasi yang jelas, perusahaan dapat membuat keputusan lebih cepat dan lebih tepat, mulai dari perencanaan komunikasi hingga pengelolaan reputasi digital.
Di era informasi yang serba cepat, kemampuan membaca dan memahami data percakapan publik menjadi keunggulan kompetitif bagi setiap perusahaan.
Melalui media monitoring dan social media listening, brand dapat:
- Memperkuat citra dan reputasi,
- Mengantisipasi potensi krisis lebih awal, serta
- Mengambil keputusan berbasis data yang selaras dengan dinamika digital Indonesia.
Dalam dunia digital yang serba cepat, memahami data bukan sekadar soal angka, tapi tentang membaca cerita di balik setiap percakapan. Dengan pendekatan data driven communication, Skema Data Indonesia membantu brand dan organisasi menemukan makna di balik insight agar setiap keputusan komunikasi lebih tepat, relevan, dan berkelanjutan.
Masa Depan Corporate Communications: Antara Data, Teknologi, dan Sentuhan Manusia
Dunia komunikasi terus berubah, cepat, dinamis, dan serba digital. Tapi di balik semua inovasi teknologi, satu hal tetap sama: komunikasi yang kuat selalu dimulai dari pemahaman yang dalam tentang manusia.
Bagaimana perusahaan mampu menggabungkan kekuatan data, teknologi, dan nilai kemanusiaan untuk membangun komunikasi yang relevan, autentik, dan berkelanjutan.
Dari Banyak Kanal ke Satu Cerita yang Konsisten
Kehadiran di banyak kanal digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Masalahnya, banyak perusahaan atau brand yang masih berbicara berbeda di tiap platform, padahal audiens sekarang ingin pengalaman yang utuh dan konsisten.
Website, media sosial, newsletter, sampai chatbot, semuanya harus nyambung. perusahaan atau brand perlu tahu kapan harus informatif, kapan harus ringan, dan kapan harus empatik. Karena komunikasi yang baik bukan cuma soal “berapa banyak yang disampaikan”, tapi “seberapa dalam pesan itu dirasakan”
AI dan Data = Partner, Bukan Pengganti
Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam strategi komunikasi dan pemasaran. Dengan kemampuannya mengolah data dalam skala besar, AI memungkinkan perusahaan menghasilkan konten yang lebih personal dan efisien.
Namun, kemajuan ini juga membawa risiko baru. Dari isu bias data, etika penggunaan, hingga potensi kehilangan sentuhan manusia. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang efektif di era ini menuntut keseimbangan antara efisiensi teknologi dan keaslian pesan.
AI seharusnya bukan pengganti kreativitas manusia, melainkan alat untuk memperkuatnya, membantu tim komunikasi memahami audiens lebih dalam dan membuat pesan yang lebih relevan.
Kecepatan vs. Kualitas: Tantangan Komunikasi di Era Real-Time
Siklus berita dan informasi kini bergerak dalam hitungan menit. Perusahaan dan Brand dituntut untuk cepat merespons, tanpa kehilangan akurasi dan kredibilitas.
Kuncinya bukan sekadar bekerja lebih cepat, tetapi bekerja lebih terarah dan terukur, dengan sistem content governance yang jelas, mulai dari approval process, tone of voice, hingga standar etika komunikasi. Pendekatan ini bukan hanya menjaga konsistensi brand, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap setiap pesan yang disampaikan.
Personalisasi dan Individualisasi. Data Menjadi Bahasa Baru Komunikasi
Jika dulu personalisasi berarti menyebut nama audiens dalam email, kini konsepnya jauh lebih kompleks. Dengan dukungan analitik dan AI, perusahaan mampu menyesuaikan pesan berdasarkan konteks perilaku, lokasi, bahkan suasana hati pengguna.
Era individualized communication ini menuntut kemampuan brand untuk berbicara langsung dengan audiens bukan sekadar menjangkau mereka, tetapi benar-benar memahami mereka. Itulah mengapa kemampuan analisis data kini menjadi pondasi utama dalam membangun komunikasi yang relevan dan berdampak.
Di Tengah Dunia Digital, Sentuhan Manusia Tetap Dicari
Walaupun semua serba online, interaksi langsung tetap punya tempat penting. Event tatap muka, forum diskusi, hingga community engagement kembali menjadi elemen penting dalam membangun hubungan yang lebih hangat dan autentik.
Ke depan, keberhasilan komunikasi bukan hanya diukur dari jumlah reach atau engagement, tetapi dari kedalaman hubungan dan kepercayaan yang berhasil dibangun antara brand dan audiensnya.
Employee Advocacy: Suara dari Dalam yang Membangun Kredibilitas
Karyawan kini menjadi brand ambassador paling autentik. Konten yang dibagikan oleh karyawan terbukti lebih efektif dalam membangun engagement dibandingkan konten dari akun resmi perusahaan.
Dengan membangun budaya komunikasi internal yang kuat dan terbuka, perusahaan tidak hanya memperkuat reputasi eksternal, tetapi juga meningkatkan loyalitas dan rasa memiliki di dalam organisasi.
Masa depan corporate communications bukan hanya tentang adopsi teknologi terbaru, tetapi tentang bagaimana organisasi mengintegrasikan data, AI, dan empati manusia dalam satu strategi komunikasi yang utuh.
Perusahaan yang mampu memadukan ketiganya akan unggul bukan hanya karena paling cepat berbicara, tetapi karena paling bermakna ketika berbicara.











